Home > Perbandingan Agama

Perbandingan Agama

PROFIL PROGRAM STUDI PERBANDINGAN AGAMA

1. IDENTITAS PRODI

1. Nama Program Studi : Perbandingan Agama
2. Ijin Penyelenggaraan Prodi : SK Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam No. E/370/1998
3. Akreditasi  Prodi : B
4. Gelar Akademik Beserta Singkatannya : S.Th.I
5. Jenis Pendidikan : Akademik
6. Program Pendidikan :  Program Sarjana (Level 6)
7. Bahasa Pengantar Kuliah : Bahasa Indonesia
8. Masa Studi Program Sarjana : Paling lama 7 tahun akademik

 

2.VISI PRODI

Menjadi program studi yang unggul dalam penyelenggaraan dan pengembangan studi agama-agama dan sosial keagamaan berbasis kearifan lokal di tingkat nasional maupun internasional pada Tahun 2032

 3. MISI PRODI

Misi Program Studi Perbandingan Agama adalah:a. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran dalam pengembangan studi agama-agama yang berbasis kearifan lokal;

b. Melaksanakan penelitian interdisipliner secara profesional dalam masalah sosial keagamaan berbasis kearifan lokal di tingkat nasional dan internasional;

c. Mewujudkan kerukunan agama, sikap toleran dan pluralis dalam menyikapi keberagaman masyarakat dengan mengedepankan kearifan lokal.

d. Menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga yang terkait dengan pengembangan studi agama baik di dalam maupun luar negeri.

 4. PROFIL LULUSAN PRODI

A. Profil Utama

Aktivis Agama dan Resolusi Konflik (Mampu melakukan analisis di bidang sosial keagamaan dengan mempergunakan prinsip-prinsip Ilmu Perbandingan Agama untuk memberikan alternatif pemecahan masalah-masalah keagamanaan)

B. Profil Tambahan

1) Peneliti Dibidang Sosial-Keagamaan

(Menguasai konsep dasar Ilmu Perbandingan Agama dan teori sosial dalam memformulasikan prosedur penyelesaian masalah dibidang sosial keagamaan).

2) Analis / Konselor Agama

(mampu melakukan bimbingan dan arahan dalam memetakan persoalan sosial keagamaan)

3) Penggiat FKUB

(Inisiator Forum Kerukunan Umat Beragama di Provinsi/Kabupaten/Kota)

4) Penyuluh/ Pendidik Agama Islam (Mampu mendialogkan nilai-nilai Islam dengan agama lain dan menjalin hubungan profesional dan interpersonal secara konstruktif dan bertanggungjawab untuk membantu menyelesaikan masalah sosial keagamaan.)